LIVE BORDERLESS : Member Profile
Shared via AddThis
Tidak semua pria dewasa menjadi ‘pria’, ada juga yang masih begitu kekanakan setelah umurnya mencapai 40. Jangan kawatir, terima saja diri Anda sebagai pria (P) atau sebagai cowok(C), toh semua punya nilai lebih dan kurang tersendiri. Dan yang tak kalah penting, percayalah kadang wanita tidak peduli.
Inilah Perbedaan mendasar antara seorang PRIA dan COWOK:
P : Tahu jelas lima tahun lagi ia mau jadi apa
C : Tidak jelas lima menit lagi ia mau berbuat apa
P : Jago membuat wanita merasa tenang
C : Jago membuat cewek merasa senang
P : Bacaannya Jhon Grisham, mainannya golf, tontonannya CNN
C : Bacaannya Harry Potter, mainannya bilyar, tontonannya MTV
P : Sebelum umur 30 sudah banyak uang
C : Sebelum umur 30 sudah banyak dosa
P : Seimbang antara penghasilan dan pemasukan
C : Seimbang antara hutang dan pembayaran minimum
P : Mendukung emansipasi wanita, tapi tetap membayari bon makan wanita .
C: Mendukung emansipasi wanita dengan membiarkan wanita bayar sendiri
P : Punya akuntan, penjahit dan dokter langganan
C : Punya salon, kafe dan bengkel langganan
P : Meminta Anda nimbrung ngobrol kalau mamanya menelepon
C : Pura-pura Anda tidak bersamanya jika mamanya menelepon
P : Putus dengan pasangannya sambil berjabatan tangan dan mengakui sulitnya menjembatani perbedaan antar mereka berdua, diiringi ucapan, “Kita tetap bisa berteman selamanya.”
C : Putus dengan pasangannya sambil kabur dari rumah, merokok berbatang – batang, plus ucapan, “Jangan undang aku ke pernikahanmu nanti!”
P : Mencintai wanita 10 % pada pertemuan awal dan meningkat terus
C : Mencintai wanita 100 % pada pertemuan awal dan menurun terus
P : Berpikir dewasa seperti orang usia 40 tahun saat berusia 17 tahun
C : Berpikir kekanakan seperti orang usia 17 tahun saat berusia 40tahun
P: Bisa menang hanya dengan otak dalam konflik
C: Cuma bisa ngamuk, adu mulut, n adu otot kalo konflik
P : Mikirnya “Aku masih kurang pengetahuan, harus belajar lebh banyak”
C : Mikirnya “Aku yang terhebat di muka bumi, siapapun aku hadapin !!!”
P: Otak no 1, digabungin otot kalo kepaksa
C: Otot no 1, ditambah otak kalo punya

Persahabatan bagai kepompong
Mengubah ulat menjadi kupu-kupu
Persahabatan bagai kepompong
Hal yang tak mudah berubah jadi indah
Persahabatan bagai kepompong
Maklumi teman hadapi perbedaan
Persahabatan bagi kepompong
Dengan musik yang easy listening membuat lagu ini bisa langsung dinikmati saat kita pertama kali mendengarnya. Lagu yang dinyanyikan oleh grup sindentosca ini berlatarkan kisah persahabatan yang pastinya Kawan-kawan juga mengalaminya. Ya mungkin sama dengan persahabatan yang dialami sebagian besar Kawan-kawan, banyak hal yang kita alami di masa ini. Senang, sedih, marah perjuangan semuanya ada. Dan dalam lagu ini pun hal tersebut juga digambarkan.
Namun ada satu hal yang menarik dari lirik lagu ini. Penganalogian yang sangat manis dari kata persahabatan dengan kata-kata kepompong. Sebagaimana yang kita ketahui kepompong merupakan suatu fasa yang dialami oleh ulat untuk bermetamorfosis menjadi kupu-kupu. jika kita mendengar kupu-kupu maka yang terbayang adalah serangga yang indah yang terbang dari bunga satu ke bunga lainnya untuk mengisap madu.
Namun sebenarnya tidak semua kupu-kupu tersebut indah seperti apa yang kita bayangkan. Banyak juga dari mereka yang keluar dari kepompongnya dalam keadaan cacat dan tidak sempurna. Kupu-kupu yang cacat ini akhirnya tidak dapat bertahan dan akhirnya pun mati dengan sendirinya atau diserang oleh kawanan semut merah. Hal ini disebabkan dari keadaan kepompong yang dilalui setiap kupu-kupu. Jika kepompong yang dilalui adalah kepompong yang baik maka yang keluar adalah kupu-kupu yang indah sedangkan begi kepompong yang buruk dan rusak akan menghasilkan kupu-kupu yang cacat bahkan tidak akan menghasilkan apa-apa.
Jika kita tarik penganalogian tersebut ke dalam kehidupan manusia tidak lah jauh bahkan mirip. Setiap individu manusia akan melakukan pencarian jati dirinya. Individu yang sedang mencari jati diri ini lah yang bisa kita analogikan sebagai ulat. Dalam pembentukan jati diri individu manusia tentunya banyak hal yang mempengaruhinya, dan tentu saja yang paling besar adalah pengaruh lingkungannya. Dan lingkungan yang terdekat dari individu adalah lingkungan persahabatnnya. Persahabatan di sini tidak lah sebatas sahabat dan teman. Namun bisa termasuk kedalamnya keluarga, pendidikan dan sebagainya.
Dalam proses persahabatan inilah jati diri individu di bentuk. Dan beruntunglah bagi individu yang memiliki persahabatan yang indah dan baik. Puji Tuhan jati diri yang terbentuk pada diri individu tersebut adalah jati diri yang indah, membangun dan bermanfaat. Sedangkan persahabatan yang penuh dengan kejelekan dan keburukan tentu akan menghancurkan bentuk jati diri individu tersebut. Dan hasilnya individu tersebut tidak menghasilkan keindahan dan manfaat. Tentu kawan-kawan bisa lihat sendiri fenomena ini dalam kehidupan Kawan-kawan.
So Kawan-kawan mari kita bentuk kepompong persahabatan kita menjadi kepompong yang penuh dengan kebaikan dan manfaat.
[retype & renew]