Haryanto Halim Official Blog

October 15, 2009

LIVE BORDERLESS : Member Profile

Filed under: Uncategorized — Haryanto @ 1:36 am

October 12, 2009

Pilih Karakter atau Kepribadian?

Filed under: Love & Family — Haryanto @ 4:11 am

Apa saja yang dapat membuat suatu hubungan berjalan baik? Apa yang harus kita perhatikan dalam memilih pasangan hidup? Bagaimana kita mengetahui bahwa si dia adalah orang yang tepat untuk dinikahi ? Anda mungkin pernah mengalami hubungan yang buruk di masa lalu; jadi kriteria apa saja yang perlu Anda temukan dalam diri si dia agar Anda tidak terjebak dalam kesalahan yang sama dan terluka lagi ?

Kriteria yang umumnya dicari adalah : ”Seseorang yang memiliki rasa humor dan dapat membuat kita tertawa”. ”Seseorang yang bertubuh atletis dan rajin berolah raga.” ”Seseorang yang menyukai traveling, shopping dan menonton pertunjukan musik.”

Itulah sebabnya mengapa kita terperangkap ke dalam berbagai masalah. Ketika berbicara mengenai seseorang yang humoris, tegap, ramah, tenang dsb kita sedang mengacu pada kepribadiannya bukan karakternya.

Seorang pembunuh berantai bisa memiliki kepribadian yang menyenangkan dengan rasa humor yang tinggi. Seorang pemerkosa pun bisa memiliki tubuh yang atletis dan suka berolah raga. Seorang psikopat bisa memiliki kepribadian yang ramah dan sangat tenang. Dan seorang pelacur bisa saja menyukai traveling, shopping dan menonton pertunjukan musik.

Apakah ini berarti Anda menyukai seorang pembunuh, pemerkosa, psikopat dan pelacur? Tentu tidak! Akan tetapi jika Anda tidak bersedia mengubah kriteriamu dalam hal ini, maka pada akhirnya Anda akan selalu jatuh ke tangan orang yang salah.

Kunci untuk memilih pasangan hidup yang tepat adalah carilah seseorang yang berkarakter baik, bukan kepribadiannya saja yang baik. Sebab karakter akan menentukan cara ia memperlakukan dirinya, Anda dan anak-anakmu suatu hari kelak. Karakter adalah dasar dari setiap hubungan yang sehat. Hubungan itu seperti kue tart, di mana karakter adalah bahan dasarnya dan kepribadian adalah lapisan gulanya.

Ketika Anda sedang menimbang apakah si dia cocok untuk dijadikan pasangan hidup, daripada bertanya ”Apakah dia mencintaiku?” lebih baik Anda bertanya ”Seberapa mampukah si dia mencintaiku?” Jika si dia adalah seorang pemarah, jelas dia tidak memiliki kapasitas untuk mencintai Anda. Jika si dia belum dipulihkan dari luka batin masa lalunya, si dia juga sulit mencintai Anda sepenuhnya. Jika si dia tidak bertumbuh dalam Kristus, maka si dia tidak mampu mencintai Anda dengan benar. Jika si dia tidak mampu bersikap tegas terhadap campur tangan orang tuanya, maka si dia akan mengalami kendala untuk mencintai Anda.

Kita akan belajar ketujuh kriteria yang harus ada dalam diri si dia. Kriteria ini adalah karakter yang baik dalam diri seseorang.

1. Komitmen Terhadap Pertumbuhan Pribadi
Inilah kriteria utama yang perlu ada dalam diri calon pasangan hidup kita. Jika Anda mampu menemukan seseorang yang memiliki komitmen terhadap pertumbuhan pribadinya, berarti Anda telah meraih setengah dari pernikahan yang bahagia.

Jenis masalah apakah yang paling sering dihadapi oleh para pasangan ? Yang satu mau maju yang satunya tidak mau. Yang satu coba membahas persoalan yang dihadapinya, yang satunya menolak. Yang satu melihat celah yang memerlukan perbaikan, tetapi yang satunya menyangkal.

Komitmen terhadap pertumbuhan pribadi artinya :
a. Si dia bersungguh-sungguh terhadap Firman Allah dan gaya hidup yang saleh. Si dia benar-benar yakin bahwa Alkitab adalah sumber iman satu-satunya. Dia meyakini mutlak kekuatan Firman Allah. Dia bersedia hidup menurut apa yang diajarkan Alkitab seperti : Kasih, Pengampunan, Penerimaan, Saling Menghormati, Kehidupan Berkeluarga dsb (1 Yoh 4 :7,12)

b. Si dia bersedia dibantu dan menerima bimbingan. Bantuan itu bisa berupa buku-buku, kaset kotbah, seminar-seminar, dan bila perlu konseling pribadi. Amsal 12:1 berkata ”Untuk belajar, Anda harus bersedia diajar.” Tidak ada hubungan yang langgeng apabila salah satu pasangan menolak mencari bimbingan jika diperlukan. Kriteria ini harus Anda temukan sedini mungkin dalam diri si dia. Sebab dengan berjalannya waktu Anda akan menghadapi krisis dalam pernikahan, dan ketika Anda sadar bahwa si dia ternyata “tidak percaya terhadap konseling” atau malas untuk belajar dari buku tentang bagaimana agar hubungan kalian menjadi manis kembali, maka hal itu sudah terlambat.

c. Si dia harus menyadari kelemahan dan masalah emosinya. Sungguh bahaya terlibat dengan seseorang yang tidak menyadari kelemahannya dan area yang rawan masalah. Tidak ada kebohongan yang lebih menyesatkan daripada “Errrr… saya baik-baik saja! Saya tidak bermasalah; jangan kuatir”. Yakobus 5:16 berkata, agar kita dipulihkan dari segala luka yang menyakitkan, kita perlu saling mengakui kesalahan kita dan saling mendoakan. Keangkuhan dan keras kepala hádala jalan pintas menuju perpecahan.

d. Si dia harus memiliki target pribadi yang real untuk berubah. Dengan kata lain, kita dapat melihat secara spesifik perubahan positif yang terjadi pada dirinya dari waktu ke waktu. Betapa pentingnya menemukan seseorang yang bukan hanya rindu untuk bertumbuh, tetapi sungguh-sungguh melakukannya. Seorang yang tegas, beriman, berani menghadapi ketakutannya, memperbaharui pikirannya dan berdoa untuk perubahan. Ia tidak perlu didorong-dorong untuk bertumbuh. Karena ia sendiri menginginkannya. (1 Kor 9:26) Banyak sekali orang yang sekedar basa basi bilang mau berubah, tetapi ketika diperhadapkan kepada situasi yang sesungguhnya, ia menghindar. Bagaimana Anda akan berubah dalam 5 tahun mendatang ? Bagaimana dengan sifatmu yang harus dibuang ? Karakter ilahi apa yang Anda rindu untuk dikembangkan ? Setiap kita perlu bertumbuh dalam karakter, bukan hanya sebagai orang Kristen, tetapi juga sebagai seorang pribadi.

2. Keterbukaan Emosional
Hubungan yang intim tidak terjalin lewat berbagi tempat tinggal, tempat tidur, atau kamar mandi saja; tetapi dengan berbagi perasaan. Si dia harus memiliki kepekaan. Artinya si dia tahu apa yang sedang dirasakannya dan rindu berbagi perasaannya denganmu, dan tahu cara mengungkapkan perasaannya.

Banyak pria dan wanita yang tidak berbahagia karena mereka terikat dengan pasangan yang tidak mampu mengekspresikan perasaannya.

”Ayahnya tidak pernah bilang bahwa ia mengasihinya, sehingga ia pun tidak mampu berkata bahwa ia mengasihiku.” ”Dia sangat terluka oleh mantan kekasihnya, akibatnya ia sangat sulit menunjukkan perhatiannya kepadaku.” ”Tumbuh di tengah keluarga yang melecehkan membuat dia ngeri menunjukkan perasaannya.”

Jika semua yang dikeluhkan di atas itu benar, berarti mereka semua sedang kehilangan satu hal penting, yaitu : Jika si dia tidak mampu mengenali dan berbagi perasaannya denganmu, berarti si dia belum siap naik ke jenjang hubungan yang lebih intim.

Apa gunanya tinggal bersama seseorang yang perasaannya tumpul ? Tinggal bersama seseorang yang tidak mampu berbagi perasaannya sungguh tersiksa. Amsal 18:14 berkata ”Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?”

Cara lain untuk menggambarkan ”keterbukaan emosional” adalah ”kemurahan emosional” – seseorang yang bermurah kasih, membagikan kasihnya dengan tulus dan melimpah tanpa hambatan. Jika Anda hidup bersama seorang yang mudah menyatakan kasihnya dan memperlihatkan betapa ia menghargaimu, maksud saya bukan setahun sekali pada saat ulang tahun pernikahan saja, atau pada saat Anda mengancam untuk meninggalkannya. Karena itu Anda perlu erdoa untuk mendapatkan seseorang yang mampu menunjukkan kasih dan pengharapannya secara konsisten.

Keterbukaan emosional adalah hal yang vital dalam diri si dia, karena hal itu memberikan akses kepada jiwanya, menyediakan jalan menuju hatinya. Tanpa keterbukaan emosional, si dia tidak akan menjadi belahan jiwamu.

3. Integritas
Ini adalah konsistensi dari karakter. Tindakanmu cocok dengan perkataanmu. Pilihanmu cocok dengan visimu. Perilakumu cocok dengan keyakinanmu.

Agar suatu hubungan kasih dapat berjalan baik, kejujuran dan dapat dipercaya harus menjadi dasarnya. Mengetahui bahwa si dia selalu dapat dipercaya memberi rasa aman tersendiri. Jika tidak ada saling percaya, maka tidak ada hubungan. Apabila Anda selalu ketakutan jangan-jangan si dia membohongimu, hal itu aka membuatmu selalu was-was. Anda akan selalu curiga dan merasa dikhianati. Jika Anda meragukan integritas si dia, maka Anda akan kehilangan respek terhadapnya. Anda tidak dapat mempercayai perkataan dan tindak tanduknya terhadapmu.

Oleh karena itu Anda harus menemukan seseorang yang :
- Jujur terhadap dirinya sendiri
- Jujur terhadap orang lain
- Jujur terhadap Anda

4. Dewasa dan Bertanggung jawab
Banyak sekali orang yang belum siap masuk dalam suatu hubungan berkomitmen. Sekalipun mereka terlihat sangat menyenangkan, dan bahkan sangat mencintaimu, tetapi apabila si dia belum mencapai tingkat kedewasaan tertentu, maka Anda akan merasa sedang mengadopsi seorang anak daripada seorang kekasih. Pada akhirnya Anda akan merasa ”Saya sangat mencintai si dia, dan saya juga berharap si dia akan bertumbuh.”

Dari mana Anda mengetahui bahwa si dia cukup dewasa untuk memasuki suatu hubungan yang berkomitmen ?
a. Si dia mampu mengurus dirinya sendiri. Apabila si dia cukup dewasa, seharusnya ia mampu menghasilkan uang untuk membiayai hidupnya sendiri, menjaga tempat tidurnya tetap bersih, mengerti prinsip dasar kebersihan, dsb. Kebersihan jasmani adalah cerminan dari apa yang ada di dalam rohaninya. Apabila si dia penampilannya acak-acakan, kemungkinan besar di dalamnya kacau balau. Jika si dia tidak mampu mengurus dirinya, apa yang membuatmu berpikir bahwa dia sanggup memperhatikan kebutuhan emosimu ? Yang pasti orang seperti itu belum siap untuk menikah.

b. Beranggung jawab. Kedewasaan tidak diukur dari umur, tetapi diukur dari seberapa berani ia bertanggungjawab. Penuhi segala kewajibanmu. Perkataannya harus dapat dipegang – lunasi semua tagihanmu, tepati janjimu, datang tepat waktu, jangan membuat orang kecewa dsb. Yesus berkata ”Jika ya, katakan ya! Jika tidak, tidak ! ”Tanggung jawab bukanlah konsep yang abstrak melainkan tindakan nyata. Setiap orang berhak dicintai, tetapi tidak setiap orang siap untuk memikul tanggung jawab yang dibutuhkan dalam suatu hubungan yang dewasa.

c. Menunjukkan rasa hormat. Satu-satunya cara kita mengenali seorang anak telah tumbuh besar adalah kemampuannya menunjukkan rasa hormat kepada orang-orang di sekelilingnya. Kanak-kanak tidak mengenal batas. Ketika tidak mendapatkan apa yang diinginkannya, langsung ngambek. Orang dewasa tidak bersikap buruk di tempat umum. Dari mana Anda tahu bahwa hubunganmu termasuk cukup dewasa ? Lihat seberapa peduli ia terhadap perasaanmu. Apakah si dia merendahkanmu di muka umum ? Seberapa besar ia menaruh hormat terhadap keterbatasanmu, waktu, kepemilikan dan perasaan orang lain ?

5. Memiliki Citra Diri Yang Sehat
Yesus berkata ”Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri.” Artinya si dia hanya bisa mengasihimu sebesar ia mengasihi dirinya sendiri. Seorang yang citra dirinya sehat mengasihi karena ia merasa dirinya baik. Semakin sehat citra diri si dia semakin kuat hubunganmu.

Apa ciri-ciri orang yang citra dirinya sehat ?
- Ia tahu siapa dirinya di dalam Kristus. Ia memiliki pengertian yang Alkitabiah tentang posisi dan otoritasnya sebagai anak Allah
- Ia tidak melecehkan dirinya, melainkan merawat dirinya dengan baik.
- Ia tidak membiarkan orang lain melecehkan dirinya.
- Bersikap proaktif (tidak pasif)

6. Bersikap Positif Dalam Hidup Ini
Ada 2 jenis manusia di dunia ini Manusia Positif dan Manusia Negatif. Jika Anda harus menghabiskan hidupmu bersama satu di antara dua orang ini, manakah yang akan Anda pilih ? Tentu yang positif bukan? Akan tetapi mengapa banyak di antara kita yang akhirnya mendapatkan pasangan hidup yang negatif – selalu kuatir, gelisah dan berfokus pada masalah, selalu bersungut-sungut, tidak mudah percaya dan pesimis akan masa depan.

Orang positif menciptakan hubungan yang positif. Orang yang negatif menciptakan hubungan yang negatif. Itu sebabnya jatuh cinta dengan orang yang negatif bagaikan mendengar orang yang sedang mencakar papan tulis dengan kukunya.

Kasih adalah positif. Ia tumbuh di dalam atmosfir yang positif. Ia tenggelam di dalam atmosfir yang negatif. Hubungan jauh lebih mudah dibangun dengan orang yang positif. Konflik akan lebih cepat diselesaikan, sedkit saling menyalahkan dan ada kerjasama yang baik karena kasih.

7. Ada perasaan tertarik
Sekalipun ini bukan termasuk dalam kualitas karakter, namun tanpa perasaan itu Anda tidak akan pernah mengalami jatuh cinta. Mungkinkah kita memiliki pernikahan yang bahagia dengan seseorang yang kita tidak tertarik? Biasanya ada orang-orang yang bertanya demikian kepada saya karena mereka telah mengalaminya. Mereka mengasihi pasangannya tetapi tidak memiliki perasaan tertarik sama sekali. Secara jujur saya katakan ”Tidak mungkin” Saya tidak yakin Anda akan memiliki hubungan jangka panjang yang sehat dan romantis tanpa perasaan teratrik dengan si dia.

Jatuh cinta dengan seorang sahabat akan menjadi pengalaman yang luar biasa dalam hidup seseorang. Survey membuktikan bahwa pasangan yang menjalin persahabatan terlebih dahulu sebelum mereka meningkat ke hubungan yang romantis akan mengalami pernikahan yang lebih sukses dan memuaskan.

September 25, 2009

HipNotis

Filed under: Spiritual — Haryanto @ 7:02 am

Menurut Sandy Mc Gregor – Piece of Mind Pikiran. Pikiran Sadar dan Pikiran Bawah Sadar. Didalam Hypnosis kita mengenal apa itu pikiran sadar (PS) dan Pikiran bawah sadar (PBS), dimana perbandingan diantara kedua belah otak itu : Pikiran Sadar (PS) = 12 % & Pikiran bawah sadar (PBS) = 88% Dapat dilihat peran PBS begitu besar dalam kehidupan kita. Yang mejadi prioritas bagai mana keyakinan-keyakinan ini bisa masuk kedalam otak (PBS) kita? Tentunya melalui proses! Lalu bagaimana cara PBS menerima proses informasi tersebut, sehingga itu dapat menetap atau menjadi program bawah sadar seseorang? Pada dasarnya, PBS tidak mengenal benar atau salah, hanya PS lah yang mengetahuinya. Semua informasi yang masuk melalui panca indera akan diterima oleh PS yang akan menentukan apakah suatu informasi layak untuk diterima dan diteruskan ke PBS atau tidak. Jika informasi tersebut menurut PS layak untuk diteruskan, maka PS akan membuka pintu penghubung antara PS dengan PBS yaitu disebut Reticular Activating System (RAS). Reticular Activating System (RAS) / pintu penghubung antara OS dengan PBS dapat terbuka salah satunya melalui kualitas emosi yang intens / peristiwa emosi yang cukup kuat (marah, gembira, cemburu, sedih,….), jadi pada saat anda merasakan suatu emosi yang sangat intens maka pintu bawah sadar anda akan terbuka, dan “program” apa saja bisa masuk kesana (PBS), entah itu positif atau negatif. Sering kali kita tidak menjaga perkataan kita terhadap sesama bahkan dengan pasangan yang kita cintai.

February 23, 2009

PINJAMAN Dana / Modal / Uang CEPAT BANK ASING dalam 3 hari, TANPA JAMINAN, atau Saya ganti pulsa anda dan Jangan telepon saya Kembali!

Filed under: Financial — Haryanto @ 8:19 pm

Jika anda termasuk orang yg sedang dalam kondisi membutuhkan pinjaman, maka Saya dapat membantu Anda melalui salah satu BANK ASING di tempat kerja Saya melalui suatu fasilitas kredit (sesuai kode etik iklan, nama perusahaan tidak dapat saya cantumkan dalam blog saya ini),

Ingat TANPA JAMINAN! Persyaratan MUDAH, dan Bunga flat RENDAH!
HANYA Fotokopi KTP, cover tabungan  & Slip Gaji (min Gaji Rp. 1,25 jt/bln) !

Silahkan hubungi Saya sekarang juga dan ceritakan masalah Anda, maka Saya siap untuk membantu Anda.

Hormat Saya,

Haryanto Halim, S.Kom.

021-999-2971-0
&&
08180-9889-299

Lowongan Direct Sales Bank Asing (From Marketing get Everything!!)

Filed under: Business & Career — Haryanto @ 8:17 pm

Sehubungan dengan adanya peluncuran produk baru di perusahaan Bank Asing tempat Saya bekerja (sesuai kode etik iklan, nama perusahaan tidak dapat saya cantumkan dalam blog saya in), maka Saya ingin menginformasikan bahwa sedang dibutuhkan beberapa marketing yg kompeten dan fokus dalam menjalankannya.
Lowongan ini berlaku baik untuk Pria / Wanita dan SEMUA bidang Pendidikan.
Terdapat Allowance, insentif, dan bonus serta karir yg menarik!!

silahkan hubungi Saya @ 021-999-2971-0. dan @ 08180-9889-299.
maka Saya dapat menjadwalkan proses interview lebih lanjut kepada Anda.

Hormat Saya,
Haryanto Halim, S.Kom.

021-999-2971-0
08180-9889-299

January 8, 2009

SMS kepada teman

Filed under: Business & Career — Haryanto @ 6:08 pm

Kita sering melupakan jaringan teman2 kita, terutama teman2 lama yang jarang lagi kita tegur sapa. Kesibukan terlah melarutkan kita pada perjalanan hidup dengan menghadapi apa saja yang datang didepan kita. Jarang lagi kita memikirkan hal2 diluar kebiasaan kita.

Jaringan teman kita kebanyakan terdiri dari teman yang jarang kita tegur sapa lagi. Teman yang kita hanya temui sekali atau dua kali dalam tahun ini. Yang ingin kita ajak diskusi tapi tidak pernah ada waktu yang cukup untuk menjangkaunya.

Nah, sebuah strategi yang dapat kita lakukan adalah pengiriman SMS secara masal kepada semua kontak kita yang ada di handphone kita.

Coba biasakan meminta nomor handphone kepada teman baru kita dengan langsung memasukkan nomornya ke handphone kita.

Pada hari Lebaran, Natal, Tahun Baru, kirimkan SMS kepada mereka semuanya. Buatlah SMS yang menarik sebisa anda, jangan memakai tulisan umum atau mem forward dari SMS teman. Ada sebuah originalitas atas “suara” anda di SMS itu dan itu akan mengingatkan orang akan anda.

Kirimkan kesemua kontak anda, 100 sms minimal, lebih tentu lebih baik, saya mengirim 340 sms pada Lebaran ini, dan menhabiskan sehari untuk kontak kontak SMS dengan teman2 lama dan baru yang membalas SMS saya.

Bisa ada balasan dari orang yang tidak pernah anda kontak selama tiga bulan terakhir, kirimkan lagi sebuah atau dua SMS untuk menceritakan diri anda atau menanyakan keadaannya. Kita akan membutuhkan network itu dimasa yang akan datang, dan network harus anda jaga dan pelihara. SMS adalah salah satu strategi mudah yang dapat anda lakukan.

Kirimkan kepada teman sekerja, pada supplier, customers, sanak family, sahabat jauh, orang yang baru anda kenal dipesawat udara minggu lalu, ataupun kawan SMA anda dulu yang masih ada ketahui nomornya.

Kontak2 yang jarang anda lakukan ini akan menjadi sangat berguna untuk kesuksesan anda. Dan sukses adalah sebuah hasil dari sebuah kebiasaan yang baik dalam menjalankan kehidupan dan bisnis anda. Selamat berbisnis dan Sukses untuk anda.

Mengapa keyboard anda disusun secara “QWERTY”?

Filed under: Self-Improvement — Haryanto @ 6:03 pm

Sebuah cerita klasik tentang keyboard  komputer. Anak saya pernah tanya, ”Pap, keyboardnya komputer ini kok ngatur ’abc’-nya seperti ini ? Kok bisa susunannya ’qwerty’. Bukankah ’a’ seharusnya di sebelah sini bukan di sebelah sana. Mengapa ?”

Buat anak umur 14 tahun ini adalah pertanyaan yang cukup menarik. Dia tanya kenapa keyboard ditata seperti itu. Apa tidak seharusnya huruf ’a’ ditekan dengan jari telunjuk -jari yang paling kuat – supaya gampang ngetiknya. Tidak diletakkan di ujung kiri yang ditekan oleh jari yang jarang dipakai, kelingking. Kenapa hal demikian terjadi ?

Dulu pada saat komputer belum ada, orang mengetik menggunakan mesin tik. Mesin mekanikal yang butuh dorongan tenaga dari jari-jari kita. Kalau ditekan 2 huruf sama cepatnya sering nyantol. Kalau huruf-huruf ditata sedemikian gampang ditekan dengan jari telunjuk, apa yang akan terjadi ? Orang akan mengetik terlalu cepat menjadikan mesin tiknya cepat rusak. Sehingga untuk memperlambat supaya lebih lambat, sengaja dibuat sulit. Sengaja dibuat tidak enak supaya mengetiknya perlahan-lahan.

Dan menariknya setelah ditemukan komputer, keyboardnya tetap mengikuti pola mesin ketik. Meski nantinya ditemukan cara penyusunan huruf yang baru, sehingga bisa lebih enak lagi, bisa lebih cepat lagi, tapi tetap saja orang-orang akan memakai susunan ’qwerty’ ini. Karena apa ? Karena sudah menjadi kebiasaan orang. Karena semua orang sudah memakai sebelumnya. Semua orang sudah belajar tentang cara yang ini.

Maka sebuah hal yang baik belum tentu mesti dipakai oleh semua orang. Jadi “qwerty” keyboard bukan solusi terbaik, tidak mempunyai hak untuk mendapatkan “kesuksesan” seperti sekarang. Namun karena alasan lebih dulu terpakai orang, terbiasa sehingga orang malas mengubahnya. Dan ternyata semua orang memakai ini semua.

Dalam kehidupan kita, banyak hal yang tidak adil. Banyak hal yang tidak bijaksana. Banyak hal terjadi karena suatu hal menjadi berbeda dengan apa yang kita pikirkan. Orang yang rajin menjadi sukses ok. Tapi ada orang yang rajin tidak sukses-sukses. Sebaliknya ada yang malas menjadi sukses.

Anda harus tahu bahwa hidup ini memang tidak adil. Kita sendiri yang harus membentuk diri kita untuk meng-’adil’-kan diri kita sendiri sehingga kita mampu mensukseskan diri kita sendiri. Bahkan kadang-kadang menjadi pemenangnya. Yakni menciptakan sesuatu yang sebenarnya tidak layak sukses tiba-tiba menjadi sukses.

Ada faktor ’randomness’, ketidakpastian, sesuatu yang kebetulan terjadi dalam kehidupan kita. Karena hal ini terjadi karena adanya sesuatu hal yang lain, ’unpredictable reason’. Suatu alasan yang tidak dapat anda tebak dan kebetulan itu yang terjadi pada diri anda.

Analogi Waktu dan Uang

Filed under: Self-Improvement — Haryanto @ 5:48 pm

Bayangkan di suatu pagi anda didatangi seseorang. Dia berkata, “Saya kasih anda uang 15 juta. Nanti jam 10 malam saya datang lagi pada anda. Saya minta sisa uang yang anda belanjakan. Anda boleh ambil barang atau apapun yang anda beli dengan uang itu. Hanya sisa uangnya yang akan saya minta kembali semuanya.”

Maka apa yang anda lakukan pada hari itu ?

Saya yakin anda akan memanfaatkan 15 juta dengan sebaik-baiknya. Mungkin pagi anda akan membeli berbagai keperluan sehari-hari di rumah.  Total habis 2 juta. Siang harinya anda beli barang yang sudah anda impikan dari dulu. Lalu sorenya akan ke mall beli berlian untuk istri anda, dan membelikan makanan enak yang anda bawa ke rumah orang tua anda.

Sehingga pasti nanti, pada malam jam 10, uang anda itu relatif habis. Atau kalaupun sisa pastilah sedikit sekali. Anda berusaha sebisanya menghabiskan dengan hasil yang maksimal. Berusaha tidak ada yang bisa dikembalikan sisanya.

Pertanyaan  saya berikutnya, “Kalau anda bangun  pagi, diberi waktu 15 jam untuk dihabiskan hari itu, apa yang anda lakukan?”

Mari kita lihat aktivitas seseorang. Dia bangun jam 7. Setelah mandi dan sarapan,  dia berangkat kerja. Tiba di kantor, dia mengopi, merokok  sambil mengobrol dengan teman lainnya. Untuk ini habis 1 jam. Kembali ke ruangnya, temannya ada yang datang, dan habislah 2 jam untuk ngobrol-ngobrol.  Sudah hilang 3 jam alias 3 juta melayang.  Dan waktu jam istirahat dihabiskan makan siang dengan teman-teman sekalian mencoba rumah makan baru. Untuk itu anda habiskan 2 jam. Dan seterusnya. Jam 10 malam waktu anda tidur, waktu yang sudah anda habiskan hari itu adalah 15 jam.

Namun dari 15 jam itu berapa jam yang digunakan dengan baik. Berapa yang anda buang setiap hari. Coba anda renungkan kembali di sudut pandang ini.

Maka kalau kita berpikir dengan konsep lama ‘Time is Money’, kita boleh berpikir bahwa kita sebenarnya harus mampu menghabiskan waktu kita dengan cara yang sebaik-baiknya. Sehingga kita menginvestasikan pada kepentingan yang menguntungkan yang paling membawa hasil maksimal bagi kita.

Bila kita mampu berpikir dengan cara sebaik bagaimana kita menghabiskan 15 juta pemberian itu tentang waktu kita, maka kita akan menjadi orang yang lebih efektip dalam berbisnis.

Saya harapkan anda bisa lebih menghargai lagi waktu anda dan membuat hidup anda lebih bermakna. Ketika anda bangun jam 7 pagi, tidur jam 10 malam, 15 jam anda akan habiskan dengan cara yang terbaik untuk kehidupan anda.

Emotional

Filed under: Self-Improvement — Haryanto @ 5:40 pm

Suatu saat pemerintah Amerika mengadakan kampanye tentang bahaya merokok. Dibuatkan iklan anti rokok. Iklannya menggambarkan suasana kota New York yang muram. Lalu suatu malam melintas truk besar dan panjang. Kamera mengikuti truk ini yang berhenti di halaman belakang sebuah pabrik rokok (tidak diperlihatkan nama pabriknya). Terlihat gedung yang menjulang tinggi di depannya.

Lalu muncul beberapa orang yang besar-besar. Mereka bekerja secara tergesa-gesa menurunkan barang dari truk tersebut. Ternyata mereka mengangkat bungkusan mayat manusia (body bags). Dan melemparkannya ke sebuah tempat sampah yang luas. Satu per satu bungkusan plastik ini terlempar ke tempat sampah tersebut. Bum.. bum.. bum.. Kamera mundur ke belakang dan melebar, terlihat sampah mayat manusia yangsudah tertumpuk tinggi. Lalu di akhir iklan ada narasi yang berbunyi, “1200 manusia meninggal setiap hari gara-gara rokok.”

Iklan ini begitu efektif sekali. Sehingga membuat orang takut untuk merokok. Akibatnya perusahaan rokok besar menuntut untuk diganti. Iklan ini memang programnya pemerintah. Terjadilah perdebatan sengit, kontroversi, polemik sampai ke pengadilan. Akhirnya setelah berjalan beberapa bulan pemerintah memutuskan untuk mengganti iklan kontroversial tersebut. Iklan yang disetujui ini memperlihatkan anak muda yang berkata, “Think, don’t smoke!”, “Berpikirlah, jangan merokok!”

Meski kedua iklan ini mempunyai durasi dan waktu tayang yang sama, kira-kira 3 bulan, efektivitas iklan yang baru ini jauh berbeda. Setelah lewat 4 tahun, kedua iklan ini disurvey. Ditanyakan ke para pemirsa TV, apakah anda mengingat iklan A, anti rokok dengan menggambarkan body bag atau iklan B yang memperlihatkan anak muda. Hasilnya adalah iklan B hanya diingat oleh 3% responden. Sedangkan iklan A hampir 7 kali lipatnya yakni  22%.

Padahal responden yang sama ketika diceritakan dan diperlihatkan kedua iklan tersebut, mereka selalu mengatakan pernah melihat keduanya. Namun iklan A lebih banyak diingat sebanyak 22% responden, sedangkan iklan B hanyalah 3%.

Kenapa hal ini terjadi ? Karena adanya unsur emosional. Di iklan B tidak ada ikatan emosional. Sedangkan di iklan A, pemirsa merasa ada ikatan emosional yang kuat. Ada perasaan ketakutan yang mencekam menghinggapi dirinya. Sehingga mereka memberikan perhatian lebih karena supaya tidak menjadi korban seperti di iklan.

Jadi, bila anda ingin memberikan dampak yang kuat pada iklan, kampanye atau komunikasi anda, haruslah ada ikatan emosional dengan target sasarannya.

The Power of Story

Filed under: Self-Improvement — Haryanto @ 5:36 pm

Ada seekor serigala lapar yang sedang berjalan di sekitar pemukiman penduduk. Sebelumnya dia sudah mencari makan di hutan, tapi tidak ada yang ditemukannya. Tiba-tiba dia melihat seuntai anggur merah yang teruntai tinggi yang ditopang dahan. Tinggi sekali tempatnya tapi anggurnya kelihatan ranum, segar dan manis. “Hmm,… ini bisa jadi makan siangku yang paling nikmat,” ujarnya.

Maka serigala mengambil ancang-ancang untuk mengambilnya. Dia berlari terus melompat. Hup, dia jatuh. Anggur tidak sampai diraihnya. Usaha pertamanya gagal. Kali ini dia mundur lebih jauh, mengambil jarak yang tepat. Berancang-ancang lalu lari dan melompat lebih tinggi lagi. Bruk, jatuh lagi. Gagal untuk kedua kali. Dia tidak terima kegagalan ini. Mencoba lagi. Dia mundur sampai paling jauh dia dapat. Berlari sekuat tenaga dan melompat setinggi mungkin. Hup,… hampir saja. Tapi bruk, jatuhnya lebih sakit karena jatuhnya lebih tinggi. Usahanya gagal, bahkan sekarang dia terpincang-pincang kesakitan. Maka srigala ini melihat anggur itu dan berjalan meninggalkannya sambil berkata, “Percuma, toh anggur itu sebenarnya kecut saja.”

Ini yang menarik. Orang sering kalau gagal selalu mencari alasan untuk pembelaan. “Ah percuma, tidak ada gunanya bagi saya. Toh, yang saya kejar itu bukan sesuatu yang menarik,” belanya. Dan mungkin sejuta alasan lain, yang pada dasarnya hanyalah menenangkan hatinya sendiri.

Cerita ini sudah kita ketahui sejak kecil. Sebenarnya cerita ini sudah ada sejak 2500 tahun yang lalu. Dikarang oleh Aesop yang telah mengarang cerita ‘Kura-kura & kelinci’, Srigala berbulu domba’, ‘Angsa bertelur emas’ dan lainnya. Cerita-cerita ini bertahan begitu lama – sampai 2500 tahun – dan masih diceritakan kepada orang lain. Kenapa ?

Sebuah cerita dengan mudah dapat menggambarkan sebuah wisdom, sebuah kearifan. Kalau kita lihat, mengingat sebuah cerita terasa lebih mudah. Kalau anda diberi nasehat, misal “Kalau gagal, janganlah mencari alasan pembelaan. Terimalah kegagalan itu dengan ksatria.” Setelah anda dapat nasehat itu, sekarang ingat tapi minggu depan sudah lupa. Tapi kalau nasehat itu lewat sebuah cerita seperti di atas, ‘Srigala dan anggur merah’, maka anda tidak mudah lupa. Hari ini ingat, minggu depan, tahun depan masih ingat terus.

Karenanya kita berkomunikasi sebaiknya dengan menggunakan sebuah cerita. Dengan adanya sebuah cerita anda dapat menularkan kepada orang lain. Orang lain itu juga dengan mudah mengingatnya. Dengan cerita maksud yang ingin disampaikan juga akan lebih mengena, tanpa terasa menggurui dan lebih menyenangkan serta menghibur.

Older Posts »

Blog at WordPress.com.